Tepat 24 Desember 2015 kemaren kita memperingati kelahiran
suri tauladan kita, Rasulullah Muhammad SAW. Berbagai perayaan dilakukan di berbagai
daerah, mesjid-mesjid dan pengajian, mulai dari perlombaan, salawatan, tablig
akbar dan ceramah-ceramah. Tapi ada juga yang merayakannya dengan berlibur
melepas lelah, nah loh. Hari besar yang diliburkan membuat hari peringatan
Maulid Nabi Muhammad SAW sangat ditunggu-tunggu oleh karyawan dan pelajar
karena itu berarti mereka LIBUR!! Sepertinya kata libur lebih kinclong
dibanding alasan dibalik kenapa hari itu diliburkan.
Apa sih urgensi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bagi
umat Islam? Ini adalah pertanyaan yang selalu menggelitik saya setiap kali
bertemu dengan hari ulang tahun Rasulullah ini. Bagaimana tidak, yang saya
ingat dari kecil Maulid Nabi Muhammad SAW hanya sekedar mengingat hari
kelahiran Rasulullah Muhammad, 12 Rabbilul awal di tahun gajah, dimana saat itu
ada tentara Abrahah yang menyerang Baitullah, sejarah kelahiran itu lah yang di
ulang-ulang dalam ceramah atau tema-tema perlombaan, so buat apa??? Benarkah perayaan
ulang tahun Rasulullah hanya sekedar ritual tanpa makna?
Jreng...jreng....tahun ini pertanyaan saya terjawab oleh ceramah
Prof.Dr-Ing. Ir. Rudi Rubiandini yang dibawakan dalam rangka memperingati
Maulid Nabi Muhammad SAW. Kalimat pembuka dalam ceramahnya sudah membuat saya
berkaca-kaca (agak lebay ya); “kita harus kaya agar kita mampu memberi, kita
harus kuat agar membantu yang lemah, kita harus cemerlang agar mampu memberi
penerangan, kita harus sehat agar mampu menolong yang sakit, dan kita harus
mengerti agar mampu menuntun umat ke jalan yang benar”. Saya merasa ada
semangat baru yang coba beliau ditransfer, “Hey kalian...jangan gitu-gitu aja,
jadilah yang terbaik!”, begitu kira-kira semangat yang saya terima.
Ternyata oh ternyata pengobaran semangat ini lah alasan asal
mu asal kenapa hari kelahiran Rasulullah diperingati. Berawal dari tahun 580
hijriyah pada saat umat islam hendak merebut Masjidil Aqsa dari tentara Salib,
saat itu kondisi umat islam mulai kehilangan semangat perjuangan, ikatan tali
persaudaraan mulai lemah, khalifah hanya sekedar simbol permersatu saja. Melihat
kondisi tersebut, Sultan Salahudin al Ayubi, pemimpin kesultanan Kairo (Mesir)
saat itu berinisiatif untuk membakar kembali semangat perjuangan umat islam
dengan memperingati hari kelahiran Rasulullah Muhammad SAW. Wal hasil
peringatan hari kelahiran Rasulullah Muhammad SAW dengan sayembara penulisan riwayat
nabi dan puji-pujian berhasil membangkitkan semangat umat islam saat itu, dan
akhirnya masjidil Aqsa dapat direbut dan menjadi mesjid sampai saat ini.
Dalam proses penyebaran Islam di nusantara, wali songo memanfaatkan
peringatan kelahiran Rasulullah Muhammad SAW untuk dakwah islam dengan
melakukan kegiatan-kegiatan yang menarik agar masyarakat mau mengucapkan dua
kalimat syahadat sebagai pertanda masuk islam. Dampak yang luar biasa bisa kita
rasakan dimana Islam menjadi mayoritas agama yang dipeluk oleh masyarakat
indonesia saat ini.
Lalu bagaimana dengan perayaan kelahiran Rasulullah Muhammad
SAW di masa sekarang? Semangat apa yang umat islam butuhkan saat ini? Berkaca dari
kondisi yang ada sekarang dimana Islam identik dengan terorisme, kekerasan,
kemiskinan, kesemrautan, ketidakdisiplinan dan kebodohan. Umat islam seakan-akan
terpecah belah. Umat islam lemah, lemah ikatan persaudaraannya, lemah daya
juangnya. Umat islam tertinggal hampir di seluruh aspek kehidupan. Miris
sekali, padahal islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW merupakan rahmatan
lil alamin, ajaran yang diturunkan sebagai bentuk kasih sayang Allah kepada
manusia. “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi)
rahmat bagi semesta alam” (Q.S 21:107)
PR besar bagi umat islam saat ini untuk
kembali menjadi duta-duta islam yang menebarkan kasih sayang Allah SWT di muka
bumi ini, seperti hal nya yang dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabat
terdahulu. Semangat inilah yang semestinya berkobar dalam peringatan Maulid Nabi
Muhammad SAW di masa sekarang ini. Semangat tentunya akan menggerakkan, Salahudin
al Ayubi dan pasukannya maju ke medan perang untuk merebut Masjidil Aqsa, wali
songo menciptakan kegiatan-kegiatan yang menarik untuk syiar islam. Gerak apa
yang bisa kita lakukan saat ini? Inti dari ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah
adalah tauhid, saatnya kita sebagai duta-duta islam dapat mendakwahkan ajaran
tauhid. Hanya dengan mengikuti ajaran dan hukum yang dibawa oleh Rasulullah
Muhammad lah kasih sayang Allah SWT akan tersampaikan bagi seluruh manusia dan
alam semesta. Gerak berikutnya adalah mengajak seluruh umat islam untuk kembali
berjaya, untuk kembali menang dengan menguasai ilmu pengetahuan dan menjadi
ahli di bidangnya masing-masing, mengangkat keterpurukan umat islam di seluruh
bidang kehidupan.
Perayaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
belum ada pada jaman Nabi Muhammad dan para sahabat. Pada momemtum peringatan
hari kelahiran Nabi Muhammad ini mari kita hadirkan kembali Nabi Muhammad di
dalam jiwa-jiwa kita, dengan cita-cita perjuangan Islam yang melekat di dalam
dirinya yang tidak akan pernah mati sampai kapanpun. Mari kita atur kembali
barisan Islam dengan menghadapkan seluruh wajah umat Islam hanya pada ajaran
yang dibawa oleh Rasulullah yang intinya adalah tauhid, murni semurni murninya,
jauh dari kesyirikan, jauh dari segala kepentingan, hanya Allah SWT saja yang
menjadi tujuan. Mari menjadi yang terbaik, tingkatkan kapasitas diri, bersama
kita raih kejayaan Islam di muka bumi ini. Semoga Allah SWT meridhoi langkah-langkah
kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar