Kapasitas sebagai rakyat awam dan tentu saja suaranya terlalu kecil untuk bisa terdengar, saya ingin sekali berpendapat, menyampaikan apa yang terlintas: "Saya rindu kita semua punya kepentingan yang SAMA".
Apa sih yang bapak/ibu cari? Benarkah duduknya bapak/ibu di "kursi panas" sana untuk memperjuangkan kami? rakyat yang keinginannya sebenarnya sangat sederhana mungkin, hidup sejahtera, damai, selamat lahir & bathin, itu saja.
Mudah-mudahan bapak/ibu tidak sedang memperjuangkan kepentingan masing-masing (karena kesan itu yang saya tangkap) entah itu kepentingan pribadi, partai, golongan atau kepentingan-kepentingan yang lain. Mudah-mudahan bapak/ibu benar-benar sedang mendengarkan keinginan rakyat. Kalau memang belum begitu, mau sampai kapan kita terombang ambing? sampai kapan begitu banyak kepentingan yang mesti diperjuangkan di negeri ini? Jujur saya tetiba rindu kita punya kepentingan yang SAMA, rindu diajarkan memperjuangkan sebuah kepentingan yang SAMA, rindu bersama-sama meraih apa yang menjadi tujuan kita BERSAMA. Rindu sangaaaaat. Kalaupun tidak terdengar, semoga rindu ini menjadi doa.
